Iseng

18/12/2009

Iseng-iseng aja searching di google pake keyword “syafiq”. Ternyata blog saya ada di urutan pertama. Ini dia skrinsutnya :

* postingan yang ga penting, lagipula udah triple post hari ini.. =_=”


Menunggu Pagi

18/12/2009

Waktu pada jam pojok kanan bawah laptop saya menunjukkan pukul 1:49 AM. Rencananya, besok nanti pagi jam 7 saya akan mengadu nasib di stasiun buat beli tiket Argo Wilis tujuan Surabaya. Kalau dapet, ya langsung pulang. Kalau nggak dapet, ya balik lagi. Cari tiket apa adanya. hehe.

Oke, saya tidak akan tidur sampai pagi. Soalnya kalau tidur bakalan bangun telat. hihihi.. :D


Squid (Part 2) -> Konfigurasi

18/12/2009

Mengkonfigurasi squid adalah hal yang sangat mudah. Anda cukup mendefinisikan beberapa parameter yang akan dibaca oleh si program squid, dan memparsing nya dengan sebuah perintah tertentu. Konfigurasi utama pada program squid ini terletak pada squid.conf (jika pada freeBSD, ia terletak pada folder /usr/local/etc/squid/). Konfigurasi dasar buatan saya adalah sebagai berikut :

# ======================================================|
# squid.conf                                            |
# Generated by : syafiq                                 |
# ======================================================|

# PORT LEARN
# ******************************************************
 http_port 8080
 icp_port 3128
# ======================================================

# CACHE PEER IPV4
# ******************************************************
# cache_peer abcd.efgh.net parent 3128 3130
# ======================================================

# REFRESH PATTERN
# ******************************************************
refresh_pattern -i \.(swf|png|jpg|jpeg|bmp|tiff|png|gif) 43200 90% 129600 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern -i \.(mov|mpg|mpeg|flv|avi|mp3|3gp|sis|wma) 43200 90% 129600 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern -i \.(zip|rar|ace|bz|bz2|tar|gz|exe) 43200 90% 129600 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern -i (.*html$|.*htm|.*shtml|.*aspx|.*asp) 43200 90% 1440 reload-into-ims override-lastmod
refresh_pattern -i \.(class|css|js|gif|jpg)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(jpe|jpeg|png|bmp|tif)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(tiff|mov|avi|qt|mpeg)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(mpg|mpe|wav|au|mid)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(zip|gz|arj|lha|lzh)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(rar|tgz|tar|exe|bin)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(hqx|pdf|rtf|doc|swf)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(inc|cab|ad|txt|dll)$ 10080 100% 43200 override-expire
refresh_pattern -i \.(asp|acgi|pl|shtml|php3|php)$ 2 20% 4320 reload-into-ims
# ======================================================

# ACCESS CONTROL
# ******************************************************
acl itb src 167.205.0.0/16
acl Localhost src 127.0.0.1/32
acl Safe_ports port 80 21 443 563 70 210 280 488 591 777 1025-65535
acl SSL_ports port 443
acl CONNECT method CONNECT
acl local-intranet dstdomain .itb.ac.id
always_direct allow local-intranet
always_direct allow SSL_ports

http_access deny !Safe_ports
http_access allow itb
http_access allow Localhost
http_access deny all
# ======================================================

# CACHE MISC
# ******************************************************
cache_mem 256 MB
maximum_object_size_in_memory 512 KB
memory_replacement_policy lru
# ======================================================

# USER
# ******************************************************
cache_effective_user squid
# ======================================================

# LOG
# ******************************************************
cache_log /var/log/lsquid/cache.log
access_log /var/log/lsquid/access.log
# ======================================================

# HOSTNAME
# ******************************************************
visible_hostname squid.packet-pushers.net
# ======================================================

Detail dan kegunaan dari konfigurasi diatas, bisa anda baca pada alamat ini. Oiya, perlu diingat bahwa konfigurasi diatas adalah konfigurasi minimal supaya squid bisa berjalan. Untuk menjalankan konfigurasi yang lebih kompleks, anda harus membaca manual dari squid.

Setelah itu, jangan lupa membuat direktori cache dengan perintah :

[syafiq@oprekan] / # squid -z

kemudian, test apakah squid bisa berjalan dengan perintah :

[syafiq@oprekan] / # squid -Nd1

Jika tidak ada masalah,parsing semua konfigurasinya dengan perintah :

[syafiq@oprekan] / # squid -k parse

Yang terakhir, jalankan program squid dengan perintah :

[syafiq@oprekan] / # squid

Untuk setiap perubahan pada file konfigurasi, maka anda harus me reconfigure dengan perintah :

[syafiq@oprekan] / # squid -k reconfigure

~semoga bermanfaat

(still to be contunied..) :mrgreen:


Squid (Part 1) -> Pengenalan dan Installasi

28/11/2009

Squid merupakan 3rd party software untuk menjalankan proxy server. Proxy server sangat berguna bagi korporasi dan institusi pendidikan untuk melindungi dan membatasi usernya dalam hal mengakses konten-konten di internet yang “berlebihan”.  Selain itu, semua traffic keluar masuk juga dapat termonitor secara realtime. Selain berguna sebagai proxy server, squid juga bisa berlaku sebagai cache server.  Service caching yang dimaksud disini adalah si squid menyimpan konten web yang baru saja diakses dengan kemungkinan akan diakses lagi oleh user lain.  Jadi, secara teknisnya, user tidak akan mengambil halaman web langsung dari servernya, tapi dari cache memory yang ada di squid.  Gambarannya adalah sebagai berikut :

Berhubung saya adalah FreeBSD user, maka proses installasi disini akan saya bahas hanya dengan FreeBSD saja.

Anggap semua ports sudah siap, dan tinggal dilakukan installasi saja :

1. pindah ke direktori ports squid

[root@syafiq] ~# cd /usr/ports/www/squid30/

2. [root@syafiq] ~# make install clean

beres deh. :D

(to be continued..)


Quote of the Day

18/11/2009

Banyak orang berpikir bagaimana bisa mengubah dunia, tapi sedikit orang berpikir bagaimana bisa mengubah dirinya sendiri.


Kings of Convenience – Homesick

15/11/2009

Semalam mendengarkan Avan muter lagi ini di sekre. Mencoba untuk mendalami syairnya, bagus juga yah :

I lose some sales
and my boss won’t be happy
but I can’t stop listening to the sound
of two soft voices blended in perfection
from the reels of this record that I found

every day there’s a boy in the mirror
asking me
what are you doing here
finding all my previous motives
growing increasingly unclear

I travelled far and I burned all the bridges
I believed as SOON as I hit land
all the other
options held before me
WILL wither in the light of my plan

so I lose some sales
and my boss won’t be happy
but there’s only one thing on my mind
searching boxes underneath the counter
on a chance that on a tape I’d find

a song for
someone who needs somewhere
to long for

homesick
cause I no longer know
what home is

 

yang mau lagunya silahkan donlot disini


Tidak Tahu Alamat Kampus

13/11/2009

Semalem tiba-tiba diajak chatting sama Budi. Ini dia skrinsyutnya :

budi

Masih ada ya Mahasiswa ITB yang ga tahu alamat kampus?? capee deehhh…


Surat Terbuka Dari Ibu

10/11/2009

Iseng2 buka email yang lama2… cuma ingin berbagi saja..

================================================================================

SURAT TERBUKA DARI IBU
Nasihat Buat Kita Semua

Wahai Anakku!
Inilah surat dari ibumu yang lemah, yang ditulis dengan penuh rasa malu setelah lama mengalami keraguan dan kebimbangan. Ibu pegang penanya berkali-kali lantas terhenti, dan ibu letakkan lagi pena itu karena air mata berlinang berkali-kali yang disusul dengan rintihan hati.

Wahai Anakku!
Sesudah perjalanan waktu yang panjang, ibu rasa engkau sudah dewasa dan memiliki akal sempurna maupun jiwa yang matang. Sedangkan ibu punya hak atas dirimu, maka bacalah sepucuk surat ini.

Wahai Anakku!
Dua puluh lima tahun yang lalu adalah hari yang begitu membahagiakan hidup ibu. Ketika dokter memberitahu ibu, ibu sedang mengandung. Semua ibu tentu mengetahui makna ungkapan itu, yakni terhimpunnya kebahagiaan dan kegembiraan, serta awal perjuangan seiring dengan adanya berbagai perubahan fisik maupun psikis. Sesudah berita gembira itu ibu peroleh, dengan senang hati, ibu mengandungmu selama sembilan bulan.

Ibu berdiri, tidur, makan dan bernafas dengan susah payah. Namun itu semua tidak menyebabkan surutnya cinta ibu padamu dan kebahagiaan ibu menyambut kehadiranmu. Bahkan rasa cinta dan kerinduan ibu padamu tumbuh subur dan berkembang hari demi hari. Ibu mengandungmu dalam kondisi yang lemah dan bertambah lemah, payah dan bertambah payah. Ibu sangat bahagia meski bobotmu semakin berat, padahal kehamilan itu sangat berat bagi ibu.

Itulah perjuangan yang akan disusul dengan cahaya fajar kebahagiaan setelah berlalunya malam panjang, yang membuat ibu tidak bisa tidur dan kelopak mata ibu tak bisa terpejam. Ibu merasakan derita yang sangat, rasa takut dan cemas yang tak bisa dilukiskan dengan pena dan tak sanggup diungkapkan dengan retorika lisan. Ibu telah berkali-kali melihat kematian dengan mata kepala ibu sendiri, sehingga akhirnya engkau lahir ke dunia ini. Air mata tangismu yang bercampur dengan air mata kegembiraan ibu telah menghapus seluruh derita dan luka yang ibu rasakan.

Wahai Anakku!
Telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dan dirimu selalu ibu bawa dalam hati ibu. Ibu memandikanmu dengan kedua tangan ibu. Pangkuan ibu sebagai bantalmu. Dada ibu sebagai makananmu. Ibu berjaga semalaman agar engkau bisa tidur. Ibu susuri siang hari dengan keletihan demi kebahagiaanmu. Dambaan ibu tiap hari adalah melihatmu tersenyum. Dan idaman ibu setiap saat adalah engkau meminta sesuatu yang ibu sanggup lakukan untukmu. Itulah puncak kebahagiaan ibu.

Itulah hari-hari dan malam yang ibu lalui sebagai pelayan yang tak pernah menyia-nyiakanmu sedikit pun. Sebagai wanita yang menyusuimu tiada henti, dan sebagai pekerja yang tak pernah putus hingga engkau tumbuh dan menjadi seorang remaja. Dan mulailah nampak tanda-tanda kedewasaanmu. Ketika itu pula, ibu kesana kemari mencarikan calon istri yang kau inginkan. Lalu tibalah saat pernikahanmu. Denyut jantung ibu terasa berhenti dan air mata ibu deras bercucuran karena gembira melihat hidup barumu dan karena sedih berpisah denganmu.

Saat-saat yang begitu berat telah lewat. Namun engkau seolah bukan lagi anak ibu, seperti yang ibu kenal selama ini. Sungguh engkau telah mengabaikan diri ibu dan tidak mempedulikan hak-hak ibu. Hari-hari berlalu dan ibu tidak lagi melihatmu dan tidak pula mendengar suaramu. Engkau masa bodoh kepada ibu yang selama ini menjadi pelayan yang mengurusimu.

Wahai Anakku!
Ibu tidak meminta apa pun selain posisikanlah diri ibu ini seperti kawan-kawanmu yang terdekat denganmu. Jadikanlah ibu sebagai salah satu terminal hidupmu sehari-hari, sehingga ibu dapat melihatmu meskipun sekejap.

Wahai Anakku!
Punggung ibu telah bongkok. Anggota tubuh ibu telah gemetaran. Beragam penyakit telah membuat ibu semakin ringkih. Rasa sakit senantiasa mendera ibu. Ibu sudah susah untuk berdiri maupun duduk, namun hati ibu masih sayang padamu.

Andaikan ada seseorang yang memuliakanmu sehari, tentu engkau akan memuji kebaikannya dan keelokan budinya. Padahal, ibumu ini telah benar-benar berbuat baik kepadamu, namun engkau tak melihatnya dan tak mau membalas kebaikannya. Ibumu telah menjadi pelayanmu dan telah mengurusmu bertahun-tahun. Lantas manakah balas budi dan hak ibu yang harus engkau tunaikan? Sekeras itukah hatimu? Apakah hari-hari sibukmu telah menyita seluruh waktumu?

Wahai Anakku!
Ibu merasakan kebahagiaan dan kegembiraan bertambah saat melihatmu hidup bahagia, karena engkau adalah buah hati ibu. Apa salah ibu sehingga engkau memusuhi ibu, tak suka melihat ibu, dan engkau merasa berat untuk mengunjungi ibu? Apakah ibu pernah berbuat salah padamu atau pelayanan ibu kurang memuaskanmu?

Jadikanlah ibu seperti pelayan-pelayanmu yang engkau beri upah. Curahkanlah setitik kasih sayangmu. Renungkanlah jasa ibu dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah amat menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Wahai Anakku!
Ibu sangat berharap bisa bersua denganmu. Ibu tak ingin apapun selain itu. Biarkanlah ibu melihat muramnya wajahmu dan episode-episode kemarahanmu.

Wahai Anakku!
Sisakan peluang di hatimu untuk berlembut-lembut dengan seorang wanita renta, yang diliputi kerinduan dan dirundung kesedihan ini. Yang menjadikan kedukaan sebagai makanannya dan kesedihan sebagai selimutnya. Engkau cucurkan air matanya. Engkau membuat sedih hatinya dan engkau memutuskan hubungan dengannya.

Ibu tidak mengeluhkan kepedihan dan kesedihan ibu kehadirat-Nya, karena jika ibu adukan perkara ini ke atas awan dan ke pintu gerbang langit sana, ibu khawatir hukuman akan menimpamu, dan musibah akan terjadi dalam rumah tanggamu, lantaran kedurhakaanmu. Karena ibu teringat peringatan junjungan kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Maukah kalian aku sampaikan tentang dosa yang terbesar?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengucapkannya tiga kali. Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari).
“Tidak masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.” (HR. Ahmad).

“Tiga golongan orang yang tidak akan dilihat (dengan pandangan rahmat) oleh Allah pada hari kiamat; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang suka minum minuman keras, orang yang suka mengungkit pemberiannya.” (HR. Nasaai dan dinyatakan shahih oleh Albani).
“Terlaknat orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.” (HR. Hakim dan Thobrani serta dinyatakan shahih oleh Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib, 2/334).

Tidak, ibu tidak menginginkan itu. Engkau tetap menjadi buah hati dan hiasan dunia ibu.

Camkanlah wahai Anakku!
Ketuaan mulai nampak dalam belahan rambutmu. Tahun demi tahun akan berlalu, dan engkau akan menjadi tua renta, sedangkan setiap perbuatan pasti akan dibalas setimpal. Engkau akan menulis surat kepada setiap anak-anakmu dengan cucuran air mata, sebagaimana yang ibu tulis untukmu. Dan di sisi Allah, akan bertemu orang-orang yang berselisih, hai Anakku. Maka bertakwalah engkau kepada Allah terhadap ibumu. Usaplah air matanya dan hiburlah agar kesedihannya sirna.

Ketahuilah, siapa saja yang beramal shaleh, maka keshalehan itu buat dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat, maka balasan buruk bakal menimpanya.

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa berbuat jahat, maka (dosanya) menjadi tanggungannya sendiri. Dan Rabbmu sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.” (QS. Fushshilat: 46).

Bahan rujukan: Qashash Mu’atstsirah fi Birr wa ‘Uquqil Walidain (terjemahan) karya Fathurrahman Muhammad Jamil, dan lain-lain. (Al Fikrah)
[wahdah.or.id]


Bismillah

08/11/2009

Mendapatkan amanah baru. Semoga bisa mengemban dengan baik. :)


Berasa Aneh

03/11/2009

Entah kenapa, saya merasa, mahasiswa ITB sekarang penampilan nya kok macem di mall aja yah?? ada yang merasakan hal yang sama??