Ngakak saya ngelihatnya.
Akhir-akhir ini saya jarang sekali menampilkan gambar dalam tiap postingan. Sepertinya saya memang membutuhkan sebuah kamera. Tapi yang biasa-biasa aja (pocket camera), bukan yang SLR. Kalau yang itu mah, harus mengencangkan ikat pinggang berbulan-bulan baru bisa dapet.
Semoga bisa terpenuhi.
Beberapa saat yang lalu, saya sempat terpikir untuk menjalankan dua buah squid pada satu buah mesin. Salah satu tujuannya adalah memudahkan konfigurasi untuk dua buah rules squid yang berbeda, namun dengan resources yang terbatas.
Jadi, intinya adalah kita menjalankan dua buah squid pada satu mesin. Yang perlu dilakukan adalah menambahkan shell script berikut ini :
exec /usr/local/sbin/squid -f /usr/local/etc/squid-something.conf $@
Simpan script tersebut pada folder tempat squid berada. Biasanya pada freebsd terletak di /usr/local/etc/squid/. Berilah nama semisal squid-script.sh
Jalankan script tersebut, dan taruh konfigurasi dari squid kedua pada folder yang sama dengan squid pertama. Namun jangan lupa, bedakan nama konfigurasinya. Misalnya, berilah nama squid-something.conf.
Untuk melakukan parsing, reconfigure, maupun shutdown, jangan lupa sertakan link folder tempat konfigurasi kedua berada. Misal, jika kita ingin memparsing squid kedua, bisa menggunakan perintah berikut ini :
squid -f /usr/local/etc/squid/squid-something.conf -k parse
Selebihnya, sama dengan penggunaan squid pada umumnya.
* btw, mungkin link ini juga bisa membantu.
Salam
-SA-
Ternyata bener juga kata Pak Dimitri pas kuliah Probstat (Probabilitas dan Statistika) semester kemarin. Butuh 10.000 jam untuk bisa expert di satu bidang. Lord, lend me Your power. Semangat!
Waktu pada jam pojok kanan bawah laptop saya menunjukkan pukul 1:49 AM. Rencananya, besok nanti pagi jam 7 saya akan mengadu nasib di stasiun buat beli tiket Argo Wilis tujuan Surabaya. Kalau dapet, ya langsung pulang. Kalau nggak dapet, ya balik lagi. Cari tiket apa adanya. hehe.
Oke, saya tidak akan tidur sampai pagi. Soalnya kalau tidur bakalan bangun telat. hihihi..
Mengkonfigurasi squid adalah hal yang sangat mudah. Anda cukup mendefinisikan beberapa parameter yang akan dibaca oleh si program squid, dan memparsing nya dengan sebuah perintah tertentu. Konfigurasi utama pada program squid ini terletak pada squid.conf (jika pada freeBSD, ia terletak pada folder /usr/local/etc/squid/). Konfigurasi dasar buatan saya adalah sebagai berikut :
# ======================================================| # squid.conf | # Generated by : syafiq | # ======================================================| # PORT LEARN # ****************************************************** http_port 8080 icp_port 3128 # ====================================================== # CACHE PEER IPV4 # ****************************************************** # cache_peer abcd.efgh.net parent 3128 3130 # ====================================================== # REFRESH PATTERN # ****************************************************** refresh_pattern -i \.(swf|png|jpg|jpeg|bmp|tiff|png|gif) 43200 90% 129600 reload-into-ims override-lastmod refresh_pattern -i \.(mov|mpg|mpeg|flv|avi|mp3|3gp|sis|wma) 43200 90% 129600 reload-into-ims override-lastmod refresh_pattern -i \.(zip|rar|ace|bz|bz2|tar|gz|exe) 43200 90% 129600 reload-into-ims override-lastmod refresh_pattern -i (.*html$|.*htm|.*shtml|.*aspx|.*asp) 43200 90% 1440 reload-into-ims override-lastmod refresh_pattern -i \.(class|css|js|gif|jpg)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(jpe|jpeg|png|bmp|tif)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(tiff|mov|avi|qt|mpeg)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(mpg|mpe|wav|au|mid)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(zip|gz|arj|lha|lzh)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(rar|tgz|tar|exe|bin)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(hqx|pdf|rtf|doc|swf)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(inc|cab|ad|txt|dll)$ 10080 100% 43200 override-expire refresh_pattern -i \.(asp|acgi|pl|shtml|php3|php)$ 2 20% 4320 reload-into-ims # ====================================================== # ACCESS CONTROL # ****************************************************** acl itb src 167.205.0.0/16 acl Localhost src 127.0.0.1/32 acl Safe_ports port 80 21 443 563 70 210 280 488 591 777 1025-65535 acl SSL_ports port 443 acl CONNECT method CONNECT acl local-intranet dstdomain .itb.ac.id always_direct allow local-intranet always_direct allow SSL_ports http_access deny !Safe_ports http_access allow itb http_access allow Localhost http_access deny all # ====================================================== # CACHE MISC # ****************************************************** cache_mem 256 MB maximum_object_size_in_memory 512 KB memory_replacement_policy lru # ====================================================== # USER # ****************************************************** cache_effective_user squid # ====================================================== # LOG # ****************************************************** cache_log /var/log/lsquid/cache.log access_log /var/log/lsquid/access.log # ====================================================== # HOSTNAME # ****************************************************** visible_hostname squid.packet-pushers.net # ======================================================
Detail dan kegunaan dari konfigurasi diatas, bisa anda baca pada alamat ini. Oiya, perlu diingat bahwa konfigurasi diatas adalah konfigurasi minimal supaya squid bisa berjalan. Untuk menjalankan konfigurasi yang lebih kompleks, anda harus membaca manual dari squid.
Setelah itu, jangan lupa membuat direktori cache dengan perintah :
[syafiq@oprekan] / # squid -z
kemudian, test apakah squid bisa berjalan dengan perintah :
[syafiq@oprekan] / # squid -Nd1
Jika tidak ada masalah,parsing semua konfigurasinya dengan perintah :
[syafiq@oprekan] / # squid -k parse
Yang terakhir, jalankan program squid dengan perintah :
[syafiq@oprekan] / # squid
Untuk setiap perubahan pada file konfigurasi, maka anda harus me reconfigure dengan perintah :
[syafiq@oprekan] / # squid -k reconfigure
~semoga bermanfaat
(still to be contunied..)
Squid merupakan 3rd party software untuk menjalankan proxy server. Proxy server sangat berguna bagi korporasi dan institusi pendidikan untuk melindungi dan membatasi usernya dalam hal mengakses konten-konten di internet yang “berlebihan”. Selain itu, semua traffic keluar masuk juga dapat termonitor secara realtime. Selain berguna sebagai proxy server, squid juga bisa berlaku sebagai cache server. Service caching yang dimaksud disini adalah si squid menyimpan konten web yang baru saja diakses dengan kemungkinan akan diakses lagi oleh user lain. Jadi, secara teknisnya, user tidak akan mengambil halaman web langsung dari servernya, tapi dari cache memory yang ada di squid. Gambarannya adalah sebagai berikut :
Berhubung saya adalah FreeBSD user, maka proses installasi disini akan saya bahas hanya dengan FreeBSD saja.
Anggap semua ports sudah siap, dan tinggal dilakukan installasi saja :
1. pindah ke direktori ports squid
[root@syafiq] ~# cd /usr/ports/www/squid30/
2. [root@syafiq] ~# make install clean
beres deh.
(to be continued..)