Semalem saya ga bisa tidur. Dan seperti biasa, saya nyalain TV. Di salah satu stasiun TV swasta, ada acara menarik yang ngomongin tentang korelasi antara bulan ramadhan dengan kondisi politik yang ada. Tapi, saya tidak akan melihat dari sisi politik tersebut. Ada satu pembahasan yang menurut saya menarik. Tentang melakukan kebaikan yang bercampur kejahatan. Contohnya nih, anda adalah seorang koruptor tapi anda juga rajin haji, anda seorang kyai tapi sering maen2 ke tempat mesum. Seorang narasumber menganalogikan ini dengan air putih dan bensin.
Kalau anda minum air putih pasti enak kan? iya, apalagi pas bulan puasa kek sekarang. Disisi lain, bensin itu gunanya sebagai bahan bakar mobil. Nah, sekarang, gimana kalau dua cairan itu dicampur? mau anda minum? cari mati?. Nah, gimana kalau campuran cairan itu dimasukin ke mobil sebagai bahan bakar? gak akan jalan dengan mulus juga kan mobilnya. Menurut saya ini ngena banget sih analoginya. Banyak perbuatan kita sehari-hari yang terkadang mencampur-adukkan antara kebaikan dan kebathilan ini. Jadinya, mana yang bathil jadi kelihatan bias. Saya bukannya sok suci ngomongin hal kayak gini. Tapi ya, semoga saya sendiri bisa berubah. Gak lagi mencampur-adukkan hal-hal tersebut.
Dan pakaian najis pun ga bisa dicuci menggunakan air kencing bukan?